Monday, January 26, 2015

My Quotes

"Meski kau tak datang bersama Angin,setidaknya tetaplah tinggal dan biarkan aku yang menghampirimu"

Jembatan Surga

Menyongsong pagi yang hening,ketika saya membuka mata saya seperti terlahir kembali.
Kembali kepada Surya dari himpitan para mimpi semalam.
Keberadaan saya diatas ranjang padi ini seolah menjadi wanita lumpuh yang enggan menggerakan kakinya menuju jendela.
Memaksa dan memaksa,kaki yang beku mulai beranjak dari ranjang. Seraya saya menengadah dan mengeluarkan kepala keluar jendela,kutatap satu persatu tanpa luput rerumputan musim semi.
Menetrakan sayap para lebah pekerja kesana-kemari membawa bongkahan madu tanpa canggung.
Menatap sisa-sisa gumpalan badai semalam dan terbentuklah bebungaan.

"keanggunan Tuhan pencipta semesta,
aku semakin tak mengherankan keberadaannya. 
Betapa diri-Nya sesungguhnya selalu ada. 
Memperlihatkan kebesaran-Nya melalui 
Kaidah-kaidah ciptaan-Nya 
apapun bentuknya."

Bersiap dengan sebuah alas kaki penghantar nyawa. Beranjak mengitari keramaian Kota dunia dongeng,Saya bersama para impian semalam menyamarkan sunyi. Menjembatani pagi ini dengan Surga.
 
"bagaimana diri anda meyakini adanya Surga"

"Saya meyakini Surga,seperti saya meyakini warna-warni bianglala"

"bagaimana jika semua itu dusta?"

"Dusta hanya akan datang saat kita mendusta. Apabila dirikita mempercayai Bianglala,maka warnanya tidak akan berubah menjadi Fatamorgana"

"lalu mengapa terasa amat berat"

"Ringankanlah hatimu dalam meyakini keMegahan yang Nyata,Ingat.. Tuhan enggan mengelabuhi umat-Nya"

 tanpa disadari Tuhan selalu menitipkan umatnya disela-sela sayap Malaikat penjaga. Renungkanlah jketika jiwamu mulai terbelai dunia. Pandanglah selalu titik terang dihadpmu. Jangan biarkan titik yang menyerupai terang menghambatmu pada-Nya.
Bahkan lebah pekerja dapat memilah bunga. Lalu Bunga mana yang akan dipijaki?
Sesekali dalam hidup saya mudah untuk merasa takut,namun saya bukan type orang yang takut untuk terjatuh

"ingatlah!kamu tidak pernah gagal betapa setiap kegagalan kamu masih sanggup beridiri,Tuhan menunjukan jalan-Nya untukmu"

Dari sini Saya mempelajari suatu pekerjaan dimana kerja keras dan doa selalu sepaket dimanapun.
Ketika saya beranggapan bahwa Tuhan tidak adil,saya mencoba mempelajari-Nya dalam semua kitab.
Sampai suatu ketika saya terengah-engah dalam membaca. Dan tak sekali,duakali tersandung kerikil. Saya tau menau apa yang harus saya kerjakan. Bilamana Fajar tiba disanalah saya memulai merakit asa. Dan menjelang Fajar usai,airmata boleh ditumpahkan dengan syarat Keberhasilan.



Tuhan memberimu
cukup waktu
untuk mencintai-Nya dan
mengamalkan
perintahnya. Maka,
jalankanlah:)

Ksatriaku

Malam ini, bagiku Kotaku tak terlihat terang.
Siang tadi aku merasa sunyi,dan mengelamunkan tiap-tiap sisi menjauh dari jemari. Hari ini aku berani menuangkannya dalam baid puisi,baid demi baid kesana kemari. Memang,tidak jelas. Bahkan aku tidak tau mengapa aku memilih hari ini.
Aku tau memang berat untuk melepas,bahkan karang tak ingin dihempas lautan.
Aku tau memang sulit untuk mencintai,bahkan taburan bintang sesungguhnya ingin merekat.
Pabila Tuhan mudah menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin,mengapa tak Ia jadikan kamu sebagai Ksatriaku? Memaksa ayahku menyerahkan gift(aku).
Aku mengetahui bahkan Malaikat penjagaku.
Aku merasakan bahkan angin malam menusuk impian,mendekapnya dalam-dalam,menghempasnya pelan-pelan,mendorong langkah keberanian dan tibalah aku disini,bermuara setelah lama berlayar dan berbagai angin malam terjumpai olehku.
Kesalahanku adalah melepasmu disaat seharusnya aku merengkuhmu bahkan memelukmu.
Pahamku meragu pada kejenuhan. Jiwa yang terbakar keegoisan melelehkan lilin kesabaran dengan cepatnya.
Aku sadar hanya kamu yang mampu hadir dalam kondisi apapun.
Namun pada dasarnya cinta tak menitikberatkan pada keterpaksaan. Seringkali ada baiknya mengalir.
Namun impian,dan harapan selalu terjaga.


sekejap genggaman dapat
berubah menjadi
nestapa
Tolong,lebih erat lagi:)

Saturday, August 2, 2014

Metta~

Oke, kalau kamu penasaran, aku akan cerita di sini. Terus terang saja, awal dari munculnya kejengkelan ini adalah dari tulisanku sendiri. Aku pernah menulis....emm mengenai seseorang. Aku cuma menggambarkan orang itu sebagaimana aku melihatnya, dan bagaimana aku merasakan kebaikannya. Cukup. Cuma itu saja. Tapi, mungkin karena aku menceritakannya dengan terlalu 'wow', ada yang menganggap itu lebih dari rasa terima kasih pada seorang teman. Aku sudah bilang beeerkali-kali, bahwa tidak ada perasaan lebih untuk orang yang kutulis itu, dan tetap saja tidak dipercaya. Aku sudah bilang apa adanya, nggak dipercaya. 
Ya, aku tau. Dalam hidup, pasti kita pernah mengalami saat-saat dipercaya dan tidak dipercaya. Tapi, ini beda, Key. Tidak dipercaya oleh orang yang kamu sayang dengan tulus, itu sakitnya nyaris nggak habis-habis. 
Lagipula, waktu itu aku menulisnya dengan santai-santai saja. Aku pikir tidak masalah, dan tidak akan ada yang peduli dengan cerita itu. Ternyata, yang sudah berhari-hari pergi entah kemana, entah masih butuh aku atau tidak, tiba-tiba datang memperlihatkan reaksinya setelah menyimak tulisanku. Pertama, aku seneeeng banget, Key. Oh dia masih peduli, begitu pikirku. Tapi, dia ngambek-ngambek unyu gitu deh. Unyu awalnya, setelah meninggalkanku berhari-hari, ya sudah, itu udah nggak lucu!
Makanya, tiap nulis jadi keinget dan jadi.....begitulah, kamu tau sendiri. Sebegitu berpengaruhnya ya buat aku? :)) Ah, tapi sekarang sudah mulai membaik kok. Pelan-pelan aku lupa.
Soal warna di blog ini, hahaha kamu tau aku tidak mungkin bisa meninggalkan warna pink! Pink is the color of perfection.
Aku tauuu, jarang ada di dunia ini orang dengan sengaja membuat hatinya jatuh di dua hati. Mana ada jatuh cinta dengan sengaja? Aku belum pernah merasakan sengaja-jatuh-cinta. Aku juga tau, kamu nggak mungkin main hati. Haha serba tau kan aku ini? =)) Terus, bagaimana keputusanmu?
-Jangan kebanyakan bilang rindu, lama-lama bikin sakit-
Teruntuk Shakesha
...
Setelah membaca semua cerita konyolmu itu,aku jadi merasa lebih konyol karena membacanya Metta.
Mengagumi tidak salah,apalagi jatuh cinta karena menganggumi,atau dikira jatuh cinta karena mengagumi semua itu manis kok. Endingnya aja,tergantung kesiapan kita. Contohnya yang berakhir seperti kamu,sosok yang kamu tulis itu tadi. Kan hanya dia yang kamu tuliskan namanya disana. Pantas saja mereka mengira lebih dan tidak mempercayai kamu. Emm.. kalau dipikir-pikir sih,kamu itu gak akan nulis tentang "sosok" deh kalau gak banyak ngasih pengaruh kekamu :$ ciye in aja deh.
Sosok yang membaca dan memberi respon? tandanya tidak hanya sekedar membaca yaa. Kan banyak tuh yang baca tapi nggak gubris sama sekali. Dan itu kadang bikin down,ngerasa sia-sia. Tp toh kita nulis bukan karena sosok saja. Selalu ada tawa,cerita,motivasi untuk pembaca setia kita. Iya kan Metta?
Sudah jangan kesal lagi,nanti bunga-bungaan diBlogmu itu pada layu,tinta tulisanmu itu juga lama-kelamaan bisa meluntur. 
Syukurlah,kamu bisa memiliki sebuah prinsip pada suatu warna "pink". Pada suatu objek seperti "pita".
Sebenarnya,jatuh pada dua hati itu hanyalah omongkosong Metta,yang benar ketika kita jatuh hati pada seseorang dan seseorang itu menyia-nyiakan kita dengan "sengaja" toh yang membangkitkan kita dari keterpurukan itu terkadang lebih penting. Namun,yang namanya "prajurit" tidak dapat menggantikan posisi "Raja" kan pada suatu kerajaan? Itu yang dinamakan Jatuh pada 2 Hati. Jatuh hati yang sungguhan,dan yang hanya selingan ketika kita terpuruk. Dan itu sudah ada pada Jaman-jaman sebelum kita. :D
Dihh jadi panjang lebar gini. Menurut mu ajadeh kesimpulanku gimana :)

Bukan kata rindunya yang menyakitkan
tetapi
Rindu yang berketerusan dan nggak keturutan itu yang menyakitkan


teruntuk Metta

Wednesday, July 30, 2014

Manisnya Dunia bukan Milikku

Jemariku enggan beranjak dari rasa keingintahuan akan dirimu,kamu yang menyapaku sore tadi didalam redupnya langit. Mengutarakan sepucuk kata yang luar biasa.
Tuhan,tidak bosan-bosannya aku membaca,mendengar apapun yang berkaitan akan namanya. Entah itu menimbulkan luka atau senandung bahagia yang jelas batinku mengacuhkan segala omong kosong itu. Dari mana aku tau rasanya luka apabila aku tidak berani menghampirinya? Begitu pula bahagia,bagaimana bisa aku mendapatkannya jika aku enggan menyapanya?
Sejujurnya aku adalah siPenakut yang berpura-pura tersenyum melihatmu bertatap mata,berbagi kisah dengan sosok yang bukan aku. Aku adalah debu yang menyelinap datang membalut cerita kalian. Aku adalah sepoi angin malam yang membuat kemantapan kalian semakin merekat. Aku sadar bahwa debu tidak akan menjadi sosok yang dipedulikan,hanya diacuhkan dan akan lebih baik disingkirkan. Itu yang kalian inginkan. Aku sadar bahwa sepoi angin malam tidak akan menjelma menjadi secangkir teh panas,menghangatkan,atau mengenyangkan. Akan tetap menjadi sepoi angin malam yang terkunci diluar rumah. Itu anggapan kalian. Meratapi kebahagiaan yang sedang kalian rakit. Sekuat apapun aku,sekecewa apapun aku,tidak mungkin dapat menyentuh wajahmu. Wajahmu terlalu dipenuhi genggaman wanita itu. Yang dapat aku lakukan hanya memendam,bahkan enggan bercerita,namun setuju untuk mengeluarkan airmata. Aku dan kamu adalah sepenggal doa nestapa. Tidak dialunkan dimanapun,dan oleh siapapun. Aku adalah sisi gelap dalam duniamu yang tidak tau malu selalu ingin menjadi nomer satu. Jika diperbolehkan "Tuhan yang ku mau hanya ingin menggandengnya,merasakan sentuh kasihnya,mengias senyum diwajahnya,membalut luka dari para wanita sebelum aku,menyambut saat dia membuka mata setelah tidurnya,menyanyikan lagu bertemakan cinta kita,memberi makan merpati dipinggiran telaga,mengutarakan syukur bersama,memecah malam dan membuat para bintang kesal karena pancaran cinta aku dan dia,menggenggam dunia dalam-dalam,bertatapan setiap menjelang sarapan,berpergian bersama tanpa canggung,menangis dan tertawa secara bersamaan,hingga usia bersatu dengan dunia dan menenggelamkan kita,dan airmata membasahi tubuh kita yang terbalut tanah dan dipenuhi bebungaan yang tertabur diatas kita" Tidak dapat aku mengehentikan waktu yang kini menjadi milik kalian. Aku hanya bisa menunggu sampai langkahku terhenti,dan kamu menahanku,menarik tanganku dan berkata "jangan pergi" maka saat itulah Tuhan menjawab manisnya impianku. Tugasku selanjutnya bersamamu setelah kamu bersamanya.


lihatlah aku tertunduk,berpangku tangan
menyaksikan sebuah kebahagiaan yang menyakitkan
begitu manis dunia
tapi bukan milikku
:')

aku mengaharapkanmu
coba kamu lihat jemariku yang membeku setiap saat
dia berpangku tangan dan enggan enyah dari sini
menantikan hangatnya jemarimu
menantikan
kamu

Friday, July 25, 2014

Tidak penting Siapa Kamu (optimis)


Bagiku,siapakah kamu adalah tidak begitu penting. Cukup dengan segala tingkahmu,kamu adalah kamu yang aku kenal itu adalah yang terpenting. Entah aku menganggapmu apa,sesungguhnya ini adalah yang sejujurnya. Semoga kamu tidak kecewa dengan sebutan yang belum aku temukan saat ini. Hingga saatnya nanti aku mendapat jawaban dari Tuhan harus menyebutmu sebagai apa,menamaimu sebagai siapa,dan meletakkan posisimu sebagai apa.
Bila saja aku dapat menyingkirkan Rembulan,dan mencuri namanya untuk kamu. Jagad Raya tidak akan gelap,meski Rembulan telah tiada. Karena,Rembulan telah tergantikan oleh Kamu. Kamu yang akan bersinar seperti Rembulan saat Malam. 
Bila saja aku dapat menyingkirkan Bintang,dan mencuri namanya untuk kamu.
Angkasa tetap akan mendapatkan permatanya,meski para bintang telah tiada. Karena,Bintang telah tergantikan oleh Kamu. Kamu yang akan menjadi perhiasan saat malam. Memenuhi angkasa dengan bermacam kerlipan.
Bila saja aku dapat menyingkirkan Para Planet,dan mencuri namanya untuk kamu.
Dunia tidak akan kehilangan keAgungannya dalam berpesta pora,keramaian akan tetap terjaga karena adanya Kamu yang menggantikan bermacam planet diAntariksa dengan segala keberagaman kepribadianmu.
Bila saja aku dapat menyingkirkan Bianglala,dan mencuri namanya untuk kamu.
Setelah redanya hujan akan tetap ada kiasan warna yang memesona,dengan keberagaman pesonanya. Karena,Kamu yang akan menjadi Bianglala. Mengubah warna duniaku yang hanya hitam dan putih menjadi beragam jenis warna cemerlang.
Bila saja aku dapat menyingkirkan Mentari,dan mencuri namanya untuk kamu.
Mungkin para malaikat akan tertegun,bagaimana bisa tiada Mentari yang terbit dan dunia tetap secerah ini. Karena didalam duniaku,Mentari dapat terbit kapanpun selagi ada kamu.
Bila saja aku dapat menyingkirkan Hujan,dan mencuri namanya untuk kamu.
Kota kita tidak akan merasa kekeringan,merasa kehausan akan Air. Karena kamu yang akan menggantikan hujan,menyiram duniaku yang kering dan menyulapnya menjadi taman yang subur,dengan bertaburkan bebungaan.
Bila saja,dan bila saja dapat kucuri nama sebuah Dunia dan memberinya untuk kamu. Yang harus kamu tau adalah bahwa kamu,sedang hidup,tumbuh,dan berkembang dalam dalam dan sangat dalam diduniaku.
Entah apa yang membuatmu menjadi Istimewa dengan Sederhana.
Entah apa yang membuatku Suka dengan Sederhana.
Setelah beragam kiasan yang aku pikirkan,aku masih belum dapat menamaimu.
Rasa sayang itu memang hadir dalam benakku. Bagaimana bisa? Karena keseharianku hanya bersamamu. Aku melihatmu dalam dalam kedasar hatiku,melihatmu lebih dari seorang kawan. Namun aku tidak dapat memekarkan perasaan yang sangat dalam itu menjadi sebuah cinta sejoli.
Hingga sekarang jiwaku tetap berandai-andai menemukan sebuah nama untuk mu.

Bila saja “seandainya”
Cepat berubah menjadi percikan kata
sebutan untuk kamu
....

Thursday, July 24, 2014

Lagi-lagi Metta

Sekesal itu ya kamu? apa sih yang membuat teman sebangkuku waktu smp ini kesal? hmmm makin penasaran :$
Yang paling mengejutkan adalah,sekesal apapun kamu warna tema Blog kamu masih saja "pink" hihi
Metta,kamu selalu bisa membuat aku tertegun membaca celotehmu yang sedikit memotivatorku. Cinta 2 hati memang menjadi episode wajib pada setiap tahunku. tapi,itu bukan mauku. Ah kamu,aku tidak bermaksud seperti itu "tidak bermaksud mempermainkan lelaki manapun kok". Tidak ada unsur kesengajaan hehe :D
Yah,tapi tanpa lelaki itu aku tidak dapat menulis selincah ini Metta.

<3
Masih rindu Metta..

sebagai balasan teruntuk,
http://wdymetta.blogspot.com/2014/07/shakesha-2.html

Wednesday, July 23, 2014

Setelah kembalinya Kamu

Lagi dan lagi air mataku menetes lagi. Lagi dan lagi karena kamu.
Entah mengapa pagi ini aku merasa sakit,karena kepintaraanmu berlari dari kesalahanmu. Tetapi aku tidak ingin terlalu menyalahkanmu,aku tidak ingin kehilangan kamu untuk yang kedua kali. Lagi dan lagi aku kembali mengemis belas kasihanmu,melupakan airmata yang tidak pernah kamu anggap penting dan mengutamakan kembalinya kamu hari ini. Kamu sangat pintar menyulap bahagiaku ini menjadi air mata. Aku tidak paham,mengapa setelah kamu kembali aku menjadi sedikit canggung untuk menyapamu seperti dulu,memperhatikanmu seperti sebelum kamu pergi,membalas pesan singkatmu dipagihari. Aku tidak tau apa yang aku tulis lagi dalam buku harian ku mengenai kamu. Setelah kepergianmu dulu aku tidak pernah menggantikan posisimu dihatiku. Masih sama seperti yang dulu,masih sama juga rasa rinduku. Bertahun-tahun kita melewati itu bersama dan berjanji meniadakan airmata. Dan setelah kamu kembali,airmata justru datang dan sulit dibendung.
Bolehkah aku tertawa? aku lupa bagaimana caranya bahagia,lupa bagaimana menyebut sesuatu dengan kata "bahagia",lupa bagaimana dulu kamu membuat aku bahagia.
Sekarang kita bersama,memang daridulu tidak pernah ada hubungan yang spesial diantara kita. Ini memang selalu menjadi yang kita inginkan, Aku bersama airmataku,entah airmata bahagia telah kembalinya kamu atau hati yang luka karena kembalinya kamu.


tulisan ini sengaja tidak dipublikasikan selain diblogku
aku tidak ingin yang termaksud dalam tulisanku itu tau menau tentang airmataku
seandainya yang termaksud tau dan membaca ini
aku harap dia menyadari dan tidak menganggap bahwa aku perempuan lemah yang hanya bisa merangkai tulisan-tulisan.

Monday, July 21, 2014

J a n j i*

Kuijinkan kamu membaca semua coretanku walau sebenarnya aku malu. Kamupun tau hanya sekedar tau,tidak untuk mengubah perasaanmu yang beku. Anggap saja ini usahaku agar kamu mau membukakan sebuah pintu. 
Apabila kamu masih belum tersentuh atas tarian penaku. Aku tidak tau lagi harus berbuat apa,menulis apa,dan menjadikan siapa sebagai tema. Yang harus kamu tau,aku masih sama rindunya denga dulu. Saat pertama kita bertemu dan kamu mengguncang otak dan jantungku dengan senyummu :) .

ijinkan aku melihatsenyummu lagi
dengan sedikitt janji
bahwa senyummu itu
hanya
untukku
!!!